api

yh@min.blogspot

Kamis, 01 Maret 2012

cerita lucu abu nawas dan ibu angkatnya

cerita lucu abu nawas dan ibu angkatnya



Pada suatu hari abu nawas menghadap ke Istana. Ia pun bercakap-cakap dengan Sultan dengan riang gembira. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran di benak Sultan. “Bukankah Ibu si abu nawas ini sudah meninggal? Aku ingin mencoba kepandaiannya sekali lagi, Aku ingin menyuruh dia membawa ibunya ke istanaku ini. Kalau berhasil akan aku beri hadiah seratus dinar.
“Hai, abu nawas,” titah Sultan, “Besok bawalah Ibumu ke istanaku, nanti aku beri engkau hadiah seratus dinar.”

Abu Nawas kaget. “Bukankah beliau sudah tahu kalau ibuku sudah meninggal, tapi mengapa beliau memerintahkan itu,” pikirnya. Namun dasar abu nawas, ia menyanggupi perintah itu. “Baiklah, tuanku, esok pagi hamba akan bawa ibu hamba menghadap kemari,” jawabnya mantap. Setelah itu ia pun mohon diri.

Sesampai di rumah, setelah makan dan minum, ia pergi lagi. Dijelajahinya sudut-sudut negeri itu, menyusuri jalan, lorong dan kampung, untuk mencari seorang perempuan tua yang akan dijadikan sebagai ibu angkat. Rupanya tidak mudah menemukan sesosok perempuan tua. Setelah memeras tenaga mengayun langkah kesana kemari hingga jontor, barulah ia menemukan yang dicari. Perempuan itu adalah seorang pedagang kue apem di pinggir jalan yang sedang memasak kue-kue dagangannya. Dihampirinya perempuan tua itu.

“Hai, ibu, bersediakah engkau kujadikan ibu angkat?” kata abu nawas.

“Kenapa engkau berkata demikian?” tanya si Ibu tua itu. “Apa alasannya?”

Maka diceritakanlah perihal dirinya yang mendapat perintah dari Sultan agar membawa ibunya ke istana. Padahal ibunya sudah meninggal. Juga dijanjikan akan membagi dua hadiah dari Sultan yang akan diterimanya. “Uang itu dapat ibu simpan untuk bekal meninggal bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan,” kata abu nawas.

“Baiklah kata si Ibu tua itu, aku sanggup memenuhi permintaanmu itu.”

Setelah itu abu nawas menyerahkan sebuah tasbih dengan pesan agar terus menghitung biji tasbih itu meskipun di depan Sultan, dan jangan menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebelum meninggalkan perempuan itu, abu nawas wanti-wanti agar rencana ini tidak sampai gagal. Untuk itu ia akan menggendong perempuan tua itu ke istana.

“Baiklah anakku, moga-moga Tuhan memberkatimu,” Kata si ibu tua.

“Dan terutama kepada Ibuku…”

Keesokan harinya pagi-pagi sekali abu nawas sudah sampai di istana lalu memberikan salam kepada Sultan.

“Waalaikumsalam, abu nawas,” jawab Sultan. Setelah itu Sultan memandang abu nawas. Bukan main terkejutnya Sultan melihat abu nawas menggendong seorang perempuan tua. “Siapa yang kamu gendong itu?” tanya Sultan. “Diakah ibumu?” tapi kenapa siang begini kamu baru sampai?”

“Benar, tuanku, inilah ibu Patik, beliau sudah tua dan kakinya lemah dan tidak mampu berjalan kemari, padahal rumahnya sangat jauh. Itu sebabnya patik gendong ibu kemari,” kata abu nawas sambil mendudukkan ibu tua di hadapan Sultan.

Setelah duduk ibu tua itu pun memegang tasbih dan segera menghitung biji tasbih tanpa henti meski Sultan mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya. Tentu saja Sultan tersinggung, “Ibumu sangat tidak sopan, lagi pula apa yang dikatakannya itu sampai tidak mau berhenti?”

Sembah abu nawas, “Ya tuanku Syah Alam, suami ibu patik ini 99 banyaknya. Beliau sengaja menghafal nama-nama mereka satu persatu, dan tidak akan berhenti sebelum selesai semuanya.”

Seratus Dinas

Demi mendengar ucapan abu nawas tadi perempuan tua itu pun melempar tasbih dan bersembah datang kepada Sultan. “Ya tuanku Syah Alam,” katanya, “Adapun patik ini dari muda sampai tua begini hanya seorang suami hamba. Apabila sekarang ini berada di hadapan tuanku, itu adalah atas permintaan abu nawas. Dia berpesan agar patik menghitung-hitung biji tasbih dan tidak menjawab pertanyaan tuanku. Nanti abu nawas akan membagi dua hadiah yang akan diterimanya dari tuanku.”

Begitu mendengar ucapan perempuan tua itu Sultan tertawa dan menyuruh memukul abu nawas seratus kali. Ketika perintah itu akan dilaksanakan, abu nawas minta izin untuk dipertemukan dengan Sultan. “Ya tuanku, hukuman apakah yang akan tuanku jatuhkan kepada hamba ini?”

“Karena engkau berjanji kepadaku akan membawa ibumu kemari, akupun berjanji akan memberi hadiah uang seratus dinar, tapi karena kamu tidak bisa memenuhi janjimu, dapatlah engkau seratus kali pukulanku,” kata Sultan.

“Ya tuanku, Syah Alam,” kata abu nawas, “Patik berjanji dengan perempuan tua ini akan membagi dua hadiah yang akan tuanku berikan kepada hamba, tetapi karena sekarang hamba mendapat dera, hadiah itu juga harus dibagi dua, karena yang bersalah dua orang, patik terimalah hukuman itu, tetapi lima puluh seorang dengan perempuan tua ini.”

Dalam hati Sultan bergumam, “Jangankan dipukul lima puluh kali, dipukul sekali saja perempuan tua ini tidak akan mampu berdiri.” Setelah itu Sultan memberi lima puluh dinar kepada perempuan tua itu sambil berpesan agar tidak cepat percaya kepada abu nawas bila lain kali menemuinya. Dengan suka cita diterimanya hadiah itu dan dipandangnya abu nawas.

“Ya tuanku Syah Alam, ampun beribu ampun, jika ibuku telah mendapat anugerah dari paduka, tidak adil kiranya bila anaknya ini dilupakan begitu saja.”

“Hmm…ya, terimalah pula bagianmu,” ujar baginda sambil tersenyum, “Ini…”

Semua orang tertawa dalam hati. Setelah abu nawas bermohon diri pulang ke rumah. Demikian pula perempuan tua itu dan semua yang hadir di Balairung, dengan perasaan masing-masing.

Jumat, 10 Februari 2012

SUNGAI IMAN


SUNGAI IMAN
Sungai tu pajang sekali
Mengalir kedalam tubuhku
Dngan penuh cinta akupun berlayar
Bersenandung dalam konser ikan-ikan
Sungai itu dalam sekali
Berpusar dalam palung jiwamu
Dengan penuh garah akupun menyelam
Menankap makna hidup pda mata kerang
Sungai itu panjang sekali
Di arusnya aku memburumu
Tak sampai-sampai



Selasa, 24 Januari 2012

Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop

Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop
Agar kita dapat menggunakan laptop dengan aman dan nyaman perlu mengetahui tips perawatan laptop,  baterai laptop, dan cara penggunaan laptop yang baik. Terutama perawatan laptop baru agar baterainya dapat bertahan lama. Belakangan banyak rekan di kampus yang mengeluhkan bahwa laptopnya hanya bertahan beberapa menit saja dan ada lagi yang lebih parah laptopnya ‘matot’ alias mati total saat bekerja. Nah artikel ini khusus buat yang baru punya laptop atau ingin laptopnya awet.
Saat memang ini hampir semua kalangan telah menggunakan laptop dalam menjalankan aktivitas, seperti mengajar (bagi guru dan dosen), mencari tugas bagi siswa dan mahasiswa, surfing, chatting, atau sekedar mengetik tugas dan facebook-kan. Laptop memiliki beberapa keunggulan seperti praktis yang bisa dibawa kemana saja dan bisa bekerja dengan baterai tiga jam atau lebih pada laptop baru. Nah bagaimana agar kemampuan laptop kita tetap seperti baru?
Memang sangat tidak praktis dan efisien kalo kita harus selalu nyolokin kabel laptop saat mengoperasikannya, yah apa bedanya dengan PC dong? Selain tidak semua tempat menyediakan colokan listrik juga ketersediannya sangat terbatas, jadi anda juga harus bawa cable round agar bisa berbagi… hiii repot banget kan?
Dari beberapa hasil surfing dan bertanya dapat saya kumpulin beberapa tips perawatan Laptop agar awet dan tahan lama saat menggunakan batery.
·Lakukan defrag secara teratur
Semakin cepat kinerja hard drive anda maka semakin hemat baterai anda, oleh karena itu buat hard drive anda seefisien mungkin dengan melakukan defrag secara teratur. Cara mendefrag klik START, kemudian All programs lalu Accessories, pilih Sistem Tools dan klik Disk Defragmenter. Lalu lakukan defrag untuk masing-masing partisi pada laptop anda. Lakukan disk defragment ini secara rutin. Jika hal ini belum pernah dilakukan maka hal ini akan cukup memakan waktu.
·Kurangi cahaya monitor anda
Untuk menghemat energi baterai anda, kurangi cahaya monitor laptop sampai batas toleransi yang sesuai untuk mata anda. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan keyboard seperti laptop Accer dengan menekan key Fn dan secara bersamaan. Semakin sedikit pencahayaan semakin panjang masa menggunkan batery.
·Hindari menyambung kabel terus-menerus
Kebiasaan mencolokkan kabel saat baterai telah penuh adalah awal kerusakan baterai. Jika baterai telah penuh lepaskan kabel pengecasan. Maka selalu awasi kode lampu yang menunjukkan baterai telah penuh, segera lepaskan kabelnya. Sehingga laptop bekerja dengan baterai. Selain itu anda juga dapat melepas baterai dan hanya menggunakan listrik saja, namun ini beresiko kehilangan data jika listrik mendadak mati.
·Matikan program yang tidak perlu
Jika anda tidak menggunakan program tersebut sebaiknya anda matikan, misalnya: Itunes, Desktop Search, dan lainnya. Program-program ini menambah beban CPU dan baterai. Matikan semua program yang tidak penting jika anda sedang menggunakan laptop dengan baterai. Yah kira-kira sesuai motto PLN, yang penting matikan disaat penting. Eh salah yang penting matikan yang tidak penting.
·Matikan hardware eksternal
Alat-alat eksternal yaitu yang disambung dengan USB (termasuk mouse dan cooling pad anda) dan WiFi, atau printer yang selalu terpasang ke Laptop, semuanya menyedot tenaga baterai anda. Cabut atau matikan.
·Ganti mouse dan keyboard wireless
Jika anda memang harus menggunakan mouse dan keyboard ekternal, maka gunakan perangkat yang menggunakan kabel bukan wireless mouse. Hal ini dikarenakan mouse dan keyboard yang memiliki kabel relative menghabiskan sedikit energi dan lebih menghemat penggunaan baterai.
·Tambahkan RAM
Jika anda sering menggunakan program yang membutuhkan memory besar, sebaiknya anda menambah RAM laptop anda. Penggunaan virtual memory lebih membebani hard drive sehingga baterai laptop lebih cepat habis.
·Gunakan hard drive daripada CD/DVD
Walaupun hard drive banyak menghabiskan tenaga baterai, tetapi CD dan DVD menghabiskan energi lebih banyak lagi, bahkan ketika mereka tidak sedang digunakan. Jika memungkinkan simpan dalam harddisk anda. Akan lebih baik jika menggunakan program virtual drive seperti Alcohol 120%.
·Jaga kebersihan baterai.
Coba buka baterai yang terdapat dibagian bawah laptop anda dan bersihkan besi yang menjadi penghubung energi baterai dengan laptop secara teratur, sehingga transfer energi dari baterai anda menjadi lebih efisien.
·Jaga kondisi baterai.
Tidak baik untuk membiarkan baterai yang terisi dalam keadaan dorman untuk jangka waktu yang lama. Setelah diisi, anda sebaiknya menggunakan baterai tersebut setidaknya sekali dalam 2-3 minggu. Satu hal yang harus diingat, jika baterai laptop anda Li-On maka jangan pernah menggunakannya sampai benar-benar habis.
·Pilih hibernate, jangan standby
Seringkali kita membuat laptop dalam mode standby sehingga dapat langsung aktif saat disentuh walaupun ditinggal tidur. Hal ini memang menghemat baterai dan anda dapat langsung menggunakan laptop anda kapan saja. Tetapi sebenarnya laptop anda tidak benar-benar mati.
Maka, sebaiknya gunakan fungsi hibernate yang dapat menghemat energi listrik jauh lebih banyak karena fungsi ini benar-benar mematikan laptop anda jika tidak disentuh dalam kurun waktu yang anda tentukan sendiri.
Untuk melakukan hibernate bisa dilakukan pada control panel atau pada layar depan dengan mengklik kanan dan mengambil Properties, Screen Saver, dan pilih Power yang berada di kanan bawah. Silahkan atur waktu hibernation-nya.
Setelah hibernate, jika anda menekan tombol power, ia akan kembali seperti sebelum saat mati. Jadi anda dapat meneruskan tugas anda atau tulisan anda. (Tunggu paling sedikit 30 detik untuk menyalakan ulang laptop).
·Jaga suhu laptop anda.
Laptop akan berfungsi dengan lebih efisien jika suhunya lebih dingin. Maka bersihkanlah ventilasi udaranya dengan kain halus atau pembersih keyboard. Bila menggunakan pelindung keyboard, lepaskan jika suhu terasa meningkat.
·Jangan menggunakan laptop di tempat tidur/Bantal/Karpet Tebal
Lho emang kenapa? Begini bila bagian bawah laptop tertutup hal ini akan meningkatkan suhu laptop. Jadi menggunakan laptop dengan beralaskan bantal adalah suatu ide yang buruk karena akan menutupi ventilasi udara. Bila benar-benar ngebet pengen ngetik di tempat tidur, ya beli aja meja kecil tempat meletakkan laptop anda.
Pikirkan juga bila anda menggunakan pembungkus laptop yang menghalangi ventilasi. Bahkan pernah teman yang akhirnya laptopnya mati total. Demikian juga jika Anda menggunakan laptop di atas permukaan yang lunak (sejenis karpet tebal) yang dapat mengakibatkan ventilasi tidak lancar.
·Atur ‘power options’ supaya optimal
Pilih ‘Power Options’ di control panel anda dan aturlah supaya penggunaan energi laptop tetap optimal (pilih Max Battery) untuk efek maksimum).
·Hindari multitasking
Lakukan sesuatu secara satu persatu jika anda sedang menggunakan laptop dengan baterai. Jangan bekerja dengan multitasking jika anda memang ingin menghemat baterai anda karena hal ini menguras energi.
·Kurangi beban CPU anda.
Aktifitas seperti email dan word processing yang bebannya kecil untuk CPU laptop, menggunakan tenaga baterai lebih kecil daripada menjalankan winamp apalagi game atau menonton DVD, pasti cepat habis. Jadi pilih prioritas anda dengan bijaksana.
·Kurangi beban grafis
Anda bisa melakukan hal ini dengan mengganti resolusi layar anda dan mematikan driver grafis yang tidak dibutuhkan. Graphic card atau video card sama borosnya seperti hard disk dalam menghabiskan energi baterai.
·Matikan Laptop Anda
Jika Anda tidak menggunakannya untuk beberapa jam, seperti di waktu tengah malam sebaiknya ya matikan saja. Anda masih dapat menghemat energi, walaupun laptop/computer Anda mungkin tidak mati dengan sempurna, yakni dengan men-setting fungsi management power pada computer Anda untuk membuat monitor dan computer (CPU, harddisk, dan sebagainya) dalam mode ‘sleep’ setelah beberapa jam tidak digunakan. Hal tersebut dapat menghemat energi ketika Anda tidak aktif menggunakan computer. Tapi seperti telah disebutin di atas, hibernation lebih irit lagi.
Jika Anda ingin menyalakan laptop kembali setelah dimatikan, tunggu kira-kira 30 detik agar harddisk anda lebih awet.
·Beli baterai baru
Bila laptop anda tetap tidak bisa tahan, kemungkinan baterainya telah rusak duluan karena anda terlambat membaca tulisan ini. Namun tidak apa-apa. Ada langkah yang cukup bagus dengan cara membeli baterai baru dan menghindari semua kebiasaan buruk terutama menggunakan laptop saat dicolokin ke listrik.
·Beli laptop baru
Namun jika langkah diatas juga tidak ”mangkus” mungkin cara terakhir ini cara mungkin yang paling mudah namun bukan berarti paling murah. Jadi jika anda punya budget yang cukup beli aja laptop baru. Saat ini telah hadir laptop yang semakin efisien telah mencapai suatu titik dimana bahkan para produsen kini telah berani menjanjikan baterai yang dapat tahan satu hari penuh. Tapi selama anda tidak melakukan kebiasaan buruk saat berlaptop di atas.
Menyalakan Laptop dengan Tanpa Batery
Belakangan sering ditanyakan bagaimana dampak jika menggunakan laptop langsung tanpa batery (AC) dalam artian langsung kabel dipasang dan batery-nya dilepas. Hal ini boleh dilakukan dan akan dapat menjaga kondisi batery tetap awet. Namun, jika listrik sering mati mendadak mungkin ini beresiko kerusakan program atau kehilangan data.
Hal ini boleh dilakukan,  namun jangan terlalu lama membiarkan batery dalam keadaan tidak terpakai (idle/unused) terlalu lama. Hal ini juga bisa merusak batery.
Tips Tambahan:
ØSaat baterai yang cukup penuh, anda sebaiknya anda mematikan fungsi autosave ketika menggunakan MS Word atau Excel karena mereka dapat menambah beban yang tidak diperlukan pada hard drive anda. Dan sebaliknya ketika baterai laptop anda sudah hampir habis, sebaiknya anda mengaktifkan kembali fungsi autosave karena anda tidak akan pernah tahu kapan baterai laptop anda benar-benar habis. Dan ketika hal tersebut terjadi, tentu saja anda tidak ingin pekerjaan anda hilang bukan? Jika bingung ya biarin aja autosave selalu… :) .

Seorang Wanita dan Tukang Besi


Seorang Wanita dan Tukang Besi  

Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.
    “Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa (hifdz al-Nafs), aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah?” Tutur wanita itu.
Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik (kemarau). Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.
    “Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaim? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam,” kata tukang besi itu.
Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.
      “Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah,” ujar wanita itu lagi sambil berlalu menuju rumahnya.
Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.
Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah. Suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk kali ketiga.
Ketika itulah, Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi. “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya,” tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya.”
    Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang, kerekek…terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku?”
    “Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah,” jawab si tukang besi itu.
    “Ya Allah, jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan akhirat,” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua tanganya ke langit.
Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanita itu lagi.
    “Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu,” ujar si tukang besi.
Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.
    “Ya Allah engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga.” Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.
    Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.
Setiap muslimah mestinya dapat mengambil i’tibar (pelajaran berharga) dari berbagai kisah wanita shalihah yang telah diuraikan di muka. Merekalah yang mestinya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedonisme dan materialisme

Kamis, 09 Juni 2011

ibu sejati


ibu sejati
Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.
Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.
Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil abu nawas. abu nawas hadir menggantikan hakim. abu nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin abu nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.
Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. abu nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.

Menuang Gandum yang Bukan Miliknya


Nasrudin kedapatan sedang menuang gandum milik tetangganya ke dalam karung gandumnya di toko koperasi. Akhirnya ia dibawa ke pengadilan.
“Saya memang bodoh. Saya tidak bisa membedakan antara gandum mereka dengan gandum saya,” katanya. “Kalau begitu kenapa tidak kau tuangkan saja gandummu ke kantong orang lain?” tanya hakim.
“Tapi saya bisa membedakan yang mana gandum saya di antara milik orang lain. Saya kan tidak sebodoh itu!”